Senin, 14 November 2016

Nyonya Jetset: Cermin Kehidupan Sosialita

Akhir-akhir ini aku sedang banyak waktu luang, jadi bisa lumayan rutin membaca novel.
Cukup membahagiakan di satu sisi. Di sisi lain, aku sebenarnya merasa agak pengangguran, hehe.

Novel yang akan aku ulas kali ini berjudul Nyonya Jetset karya Alberthiene Endah.
Sebenarnya ketika pergi ke Gramedia minggu lalu, niat utamaku bukanlah membeli buku ini. Namun, karena novel yang ingin kubeli itu cukup berat, aku memilih satu buku lain sebagai 'jeda'. Kebetulan saat itu novel Alberthiene Endah banyak berjejer di etalase, dengan judul-judul yang senada dan cukup menarik. Jadilah aku memilih salah satunya.


Buku ini menceritakan kisal hidup Roosalin, yang menikah dengan anak konglomerat bernama Edwan Krisantono.
Konglomerat yang dimaksud bukan yang abal-abal, tapi benar-benar kalangan sosialitanya sosialita. Padahal Roosalin hanya model biasa dengan orang tua yang biasa-biasa saja. Ayahnya dosen, ibunya ibu rumah tangga, adiknya mahasiswa, dan mereka semua tinggal di rumah sederhana di kawasan Manggarai.
Ketika Edwan melamarnya, Roosalin seperti mimpi. Dan ketika pernikahan itu benar-benar terjadi, ia merasa menjadi putri di negeri dongeng. Ia kegirangan karena tiba-tiba menjadi istri konglomerat, kaya raya, tinggal di rumah bak istana di kawasan Pondok Indah, kemana-mana diantara sopir dengan BMW, membeli tas-tas dengan harga selangit (Gucci, Hermes, dan merek lain yang aku sebenarnya tidak pernah dengar :)), dan segala kemewahan lain.
Semua terasa sempurna karena ia dan Edwan saling mencintai, ditambah segala kekayaan itu. Sikap Edwan pun awalnya tidak menunjukkan keanehan. Namun, memang tidak ada hidup bahagia selamanya seperti dongeng putri Disney.
Masa pacaran yang cukup singkat, hanya setahun, tidak cukup untuk membuka sifat Edwan yang sebenarnya. Tak berapa lama setelah menikah, Roosalin sudah menerima penganiayaan yang cukup serius dari suaminya. Tidak hanya fisik, mentalnya juga ikut tertekan, karena ternyata Edwan sangat membatasi geraknya. Semua orang yang bekerja di rumah Pondok Indah itu (satpam, pembantu, sopit) semua bertugas mengawasi Roosalin dan melaporkan keberadaannya pada Edwan. Jika suaminya itu tidak berkenan, ia akan dengan semena-mena memaksa Roosalin pulang. Jika perintahnya dilawan, tangan yang akan bicara.
Roosalin tersiksa lahir batin. Ia lepas dari kehidupan lamanya, keluarganya sendiri dan sahabatnya. Awalnya ia mengalah dan memilih mengikuti kehendak suami dan keluarga konglomeratnya untuk bergaul dengan sesama kaum jetset. Namun, kehidupan orang-orang kaya yang penuh dengan pesta pora, skandal, pengkhianatan, perselingkuhan, membuat Roosalin tidak nyaman.
Perjalanan hidup yang berat terus ia jalani dalam kehidupan rumah tangganya. Walaupun sarat penderitaan dan sangat berliku, akhirnya Roosalin bisa bercerai dari suaminya dan melepaskan hidup dari jeratan keluarga konglomerat Krisantono. Ia pun mulai menatap masa depan dan menata jalan hidupnya bersama kekasihnya yang baru.

Seperti perkiraanku ketika membeli novel ini: ringan. Cocok dibaca sekali jalan. Menurut penilaianku ,tidak ada yang istimewa dari buku ini. Kisahnya standar, gaya bahasanya juga, dan twist-nya tidak terlalu mengejutkan (jika memang itu dimaksudkan sebagai twist). Namun, novel ini cukup enak dibaca (bukan jenis novel jelek, yang bahkan dari gaya menulisnya saja bikin antipati), jadi boleh jika ingin dijadikan salah satu koleksi pengisi waktu luang.

Bagikan

Jangan lewatkan

Nyonya Jetset: Cermin Kehidupan Sosialita
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
13 Januari 2017 09.34

Artikel yang sangat bagus sekali, terimakasih motivasinya Obat Tradisional Jelly Gamat
Obat Radang Pita Suara

Reply