Senin, 11 Mei 2015

Pemeriksaan Psikiatri pada Pasien Geriatri

       Berikut contoh pemeriksaan psikiatri pada geriatri dengan menggunakan beberapa metode (berdasarkan kasus)

Geriatric Depression Scale (GDS)
Pertanyaan
Jawaban
Skor
Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda?
Ya
0
Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat atau kesenangan anda?
Ya
1
Apakah anda merasa kehidupan kosong?
Ya
1
Apakah anda sering merasa bosan?
Ya
1
Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap saat?
Ya
0
Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda?
Tidak
0
Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup anda?
Ya
0
Apakah anda sering merasa tidak berdaya?
Ya
1
Apakah anda lebih senang tinggal di rumah daripada pergi ke luar dan mengerjakan sesuatu hal yang baru?
Ya
1
Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang?
Tidak
0
Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang menyenangkan?
Ya
0
Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda kini?
Ya
1
Apakah anda merasa penuh semangat?
Ya
0
Apakah anda merasa bahwa anda tidak ada harapan?
Tidak
0
Apakah anda berpikir bahwa orang lain lebih baik keadaannya dari anda?
Ya
1
Total
7

GDS
Keterangan
5-9
Kemungkinan besar depresi
≥ 10
Depresi
        Pasien mendapatkan skor GDS sebesar 7 yang berarti kemungkinan besar depresi.
  
Abrreviated Mental Test (AMT)
Pertanyaan
Jawaban
Skor
Umur ...... tahun
Salah
0
Waktu/ jam sekarang
Salah
0
Alamat tempat tinggal
Benar
1
Tahun ini
Salah
0
Saat ini berada di mana
Salah
0
Mengenali orang lain di RS
Benar
1
Tahun kemerdekaan RI
Salah
0
Nama presiden RI
Salah
0
Tahun kelahiran anak terakhir
Salah
0
Menghitung terbalik (20 sampai dengan 1)
Salah
0
Total
Perasaan hati (afek) : Baik
2

AMT
Keterangan
0-3
Gangguan ingatan berat
4-7
Gangguan ingatan sedang
8-10
Normal
         Pada pasien, didapatkan skor AMT sebesar 2 yang artinya kemungkinan terdapat gangguan ingatan berat.
  
Mini Mental Status Examination (MMSE)
Pertanyaan
Skor
ORIENTASI
Sekarang ini (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), (hari) apa? (5)
0
Berada di mana? (negara), (propinsi), (kota), (rumah sakit), lantai/kamar) (5)
1
REGISTRASI
Pewawancara menyebutkan nama 3 buah benda: bola, kursi, buku. Kemudian pasien diminta mengulangi nama ketiga objek tadi (3)
2
ATENSI DAN KALKULASI
Mengeja secara terbalik kata “W A H Y U” (5)
0
MENGENAL KEMBALI
Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama objek di atas tadi (3)
0
BAHASA
Pasien disuruh menamai benda, diperlihatkan “pinsil” dan “arloji” (2)
1
Pasien disuruh mengulangi kalimat “jika tidak dan atau tapi” (1)
1
Pasien disuruh melakukan perintah : “Ambil kertas itu dengan tangan anda, lipatlah menjadi 2 dan letakkan di lantai” (3)
0
Pasien disuruh membaca, kemudian melakukan perintah kalimat “Pejamkan mata anda” (1)
0
Pasien disuruh menulis dengan spontan, tulis apa saja (1)
0
Pasien disuruh mengikuti gambar bentuk (1)




0
Total
5
    
         Pasien mendapatkan MMSE dengan skor 5 yang berarti terdapat gangguan fungsi kognitif.
 


Baca selengkapnya

Minggu, 10 Mei 2015

Evidence Based Case Report (EBCR)

Evidence Based Case Report (EBCR)


Pemberian Tissue Plasminogen Activator
3 sampai 4,5 Jam Pasca Stroke Iskemik Akut

ILUSTRASI KASUS
Tn. R, 67 tahun, datang ke IGD RSCM dengan penurunan kesadaran mendadak kurang lebih 3,5 jam sebelum masuk rumah sakit. Di rumah saat tidur, pasien tiba-tiba muntah satu kali. Setelah itu, pasien ingin bangun untuk ke kamar mandi, tetapi terjatuh dan kepalanya membentur lantai. Pasien langsung tidak sadarkan diri. Tidak ada sakit kepala. Tidak ada mulut mencong ataupun kelojotan di satu sisi. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 4 tahun yang lalu dan mengaku rajin kontrol ke dokter dan minum obat teratur. Pasien juga memiliki riwayat stroke sebelumnya, kurang lebih 4 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan status generalis, didapatkan kesadaran sopor, TD 192/116 mmHg. Pada pemeriksaan status neurologis, didapatkan hasil GCS E2M4V2. Terdapat kesan hemiparesis dekstra dan refleks patologis +/-. Selain itu, pasien juga mengalami Inkotinensia urin. Tn. R didiagnosis dengan CVD stroke iskemik.

PERTANYAAN KLINIS
Bagaimana efektivitas tissue plasminogen activator (tPA) pada pengobatan stroke iskemik akut dengan onset >3 jam?

METODE
Penulis mencari kepustakaan melalui PubMed dengan kata kunci “recombinan tissue plasminogen activator AND acute stroke” dengan dibatasi ketentuan Meta-Analysis, published in the last 5 years.

HASIL
Pada penelusuran kepustakaan didapatkan sebanyak 21 clinical studies dengan 6 artikel free full text dan 10 systematic review. Dari 6 artikel free full text, 1 pada tahun 2008, 2 pada tahun 2009, 2 artikel dipublikasi tahun 2010, dan 1 artikel dipublikasi pada tahun 2011. Penulis memilih metaanalisis karena memiliki level of evidence based paling tinggi diantara artikel penelitian lain. Studi yang dipilih juga yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir.
Penulis akan melakukan telaah kritis pada artikel yang dipublikasikan pada tahun 2009. Artikel tersebut berjudul “Efficacy and Safety of Tissue Plasminogen Activator 3 to 4.5 Hours After Acute Ischemic Stroke: A Metaanalysis” dan dipublikasikan pada jurnal Stroke 2009, 40: 2438-2441.

TELAAH KRITIS JURNAL
Suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menunjukkan adanya efek baik pengobatan stroke akut dengan tPA intravena pada jangka waktu 3-4,5 jam. Akan tetapi, penelitian sebelumnya yang dipublikasikan tahun 1998, tidak memperlihatkan efek signifikan pemberian tPA lebih dari 3 jam pasca stroke. Oleh karena itu, tujuan metaanalisis ini ialah untuk memberikan estimasi yang tepat dan dapat dipercaya mengenai efek penggunaan tPA dengan mengumpulkan data dari berbagai studi yang relevan.
Metaanalisis ini memilih penelitian randomized controlled trial, dengan jumlah sampel lebih dari 100, pada pemberian tPA untuk pengobatan stroke iskemik akut dengan pasien yang diobati antara 3-4,5 jam setelah serangan. Terdapat 4 artikel penelitian yang ditelaah secara statistik dalam metanalisis ini.
Pada salah satu penelitian, disebutkan bahwa dari 821 pasien yang diteliti,  418 mendapatkan tPA dan sisanya plasebo. Ternyata pada pasien yang diberi tPA terdapat peningkatan absolut tingkat kesembuhan pada 90 hari follow up sebesar 7,2%. Hasil metaanalisis menunjukkan bukti yang kuat efikasi pemberian tPA pada 3-4,5 jam pasca stroke iskemik akut. Secara statistik, hasilnya sangat terpercaya (p=0,002). Pada pemberian tPA, juga terdapat peningkatan risiko terjadinya perdarahan intraserebral sehingga angka kematian juga dinilai dalam penelitian ini. Dari keempat studi yang telah dianalisis tingkat mortalitasnya pada hari ke-90,  tidak terdapat hubungan antara tPA dengan mortalitas pasien.
Kesimpulan studi ini ialah adanya bukti yang kuat bahwa pengobatan dengan tPA pada 3-4,5 jam memberikan efek baik dan signifikan. Penelitian ini menyarankan penggunaan tPA pada pasien stroke yang datang ke rumah sakit selama jangka waktu tersebut.
Salah satu keterbatasan pada penelitian ini ialah adanya perbedaan dosis tPA intravena yang digunakan. Salah satu penelitian yang dianalisis menggunakan tPA dosis tinggi (1,1mg/kgBB), sementara ketiga studi lainnya menggunakan dosis 0,9 mg/kgBB. Hal tersebut memiliki kemungkinan mempengaruhi angka mortalitas hari ke-90 karena meningkatkan risiko terjadinya perdarahan intraserebral. Selain itu, studi ini hanya memasukkan penelitian yang telah dipublikasi dan ditulis dalam Bahasa Inggris.

DISKUSI KASUS
Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, Tn. R mengalami serangan stroke, yaitu stroke iskemik dengan kemungkinan onset 3,5 jam. Oleh karena itu, dapat dipertimbangkan pemberian tPA pada pasien tersebut. Penelitian di atas menyebutkan jangka waktu pemberiannya adalah sampai 4,5 jam sehingga pada Tn. R masih ada waktu kurang lebih 1 jam untuk melakukan asesmen yang diperlukan sebelum pemberian tPA (termasuk pemeriksaan CT scan kepala dan laboratorium). Dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi, tPA diberikan pada pasien sesuai dengan guideline yang digunakan sebagai acuan.

KESIMPULAN
TPA dapat diberikan pada pasien dengan onset stroke >3 jam, yaitu antara 3-4,5 jam. Pemberian tPA tersebut secara statistik sudah terbukti akan meningkatkan angka kesembuhan pasien tanpa disertai peningkatan risiko terjadinya kematian akibat perdarahan intraserebral.

DAFTAR PUSTAKA
Lansberg MG, Bluhmki E, dan Thijs VN. Efficacy and safety of tissue plasminogen activator 3 to 4,5 haours after acute ischemic stroke: a metaanalysis. Stroke. 2009; 40: 2438-41.
Baca selengkapnya