Kamis, 28 Februari 2013

Novel vs Textbook

Novel vs Textbook

Bagaimana jika kamu memiliki keinginan untuk membaca banyak sekali buku, tapi tak bisa?
Aku merasakannya.
Bagaimana jika kamu tak bisa memiliki waktu kosong setiap hari sekitar 1-2 jam, teratur, agar kamu bisa membaca tumpukan novel di kamar yang belum tersentuh?
Aku merasakannya.

Aku tidak bilang aku sesibuk itu.
Aku bisa saja memiliki waktu luang beberapa jam sehari, tetapi tidak teratur.
Dan di waktu-waktu luang itu, pikiranku kemana-mana.
Ada banyak pekerjaan lain yang harus aku selesaikan.
Terutama kewajiban untuk belajar.

Ya.
Bukankah dokter adalah pembelajar yang baik? Yang sudah bersumpah untuk terus belajar seumur hidup?
Baca selengkapnya

Rabu, 27 Februari 2013

Menjadi Pemimpi

Sebenarnya aku membaca novel ini setelah menonton filmnya. Agak tidak surprise juga, tapi aku ingin melihat sepiawai apa Andrea Hirata meramu buku ini sampai dia dipuja orang.
Jujur saja, menurutku Laskar Pelangi tidak begitu bagus. Apalagi dari awal sampai tengah cerita, sangat membosankan.

Sang Pemimpi berkisah tentang Ikal dan Arai yang bersaudara sepupu, serta Jimbron.
Mereka adalah anak-anak Belitong yang dihidupkan oleh mimpi. Mereka miskin. Mereka nakal. Mereka hidup sangat susah.
Namun, mereka berani memiliki mimpi untuk kuliah di Sorbonne, Perancis.
Harapan itulah yang memberi energi pada kehidupan mereka.

Ikal adalah anak yang sangat pintar. Dia selalu menduduki peringkat 3 besar di sekolahnya.
Aku rasa, sebenarnya, Ikal tidak punya cukup konflik di buku ini. Ia lebih sebagai pencerita yang baik saja.

Arai sebaliknya. Dijuluki sebagai simpai keramat, keturunan terakhir dari jalur keluarganya, Arai adalah pusat kisah ini.
Meski sebatang kara di dunia, ia tidak pernah berputus asa. Arai selalu menghidupkan hati kedua temannya lewat kekuatan mimpi. Ia pernah berkata, "Orang miskin seperti kita punya apa kalau tidak punya mimpi."
Ia juga adalah teman yang sangat baik, sangat peduli. Sosok Arai adalah perwujudan sempurna dari sifat altruisme.

Tokoh ketiga, Jimbron, ialah pemuda gempal yang gagap dan terobsesi pada kuda.
Pikiran, hidup, dan segala tentang dirinya didedikasikan untuk kuda.
Suatu hari, ia jatuh cinta pada Laksmi. Ia telah berhenti berbicara dan tersenyum sejak seluruh keluarganya meninggal. Gadis ini mungkin adalah pasangan paling pas untuk Jimbron. Di akhir cerita, mereka berdua menikah dan membangun keluarga bahagia.

Selepas SMA, hanya Ikal dan Arai yang melanjutkan kuliah di Jawa. Itupun dengan uang pas-pasan, hasil bekerja bertahun-tahun menjadi kuli ngambat, plus celengan ayam dari Jimbron untuk masing-masing dari mereka. Sesampai di Jawa, mereka tetap bekerja menjadi apa saja (tukang cuci piring, tukang fotokopi, dll) untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah.

Suatu saat Arai tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
Jadilah Ikal sendiri yang melanjutkan mengadu nasib di Jakarta.
Mereka berdua akhirnya bertemu kembali dalam wawancara beasiswa S2 ke luar negeri.
Layaknya mukjizat, mereka sama-sama diterima Universitas Sorbonne di Perancis, universitas yang mereka idamkan sejak kecil.
Itu semua karena mimpi itu tidak pernah dilepaskan. Mereka senantiasa bekerja keras untuk dapat meraihnya, semustahil apapun itu.

Secara keseluruhan, menurutku novel ini biasa.
Bagus sih, tapi tidak pula pantas disebut luar biasa.
Tokoh Arai memang patut diteladani. Sosoknya yang percaya pada mimpi, benar-benar memegang teguh harapan itu, hingga akhirnya ia pantas mendapatkan beasiswa ke Sorbonne. Semuanya adalah hasil kerja keras bertahun-tahun tanpa henti.
Diksi yang digunakan juga lumayan. Di beberapa bagian, aku akui humor yang dibawakan Andrea cukup cerdas.
Yang pasti, aku tidak terkesan dengan novel ini.
Mungkin bagi yang penasaran, bisa membacanya sendiri.
Baca selengkapnya

Selasa, 26 Februari 2013

(Terlihat) Saling Mencintai?

(Terlihat) Saling Mencintai?

Perasaanku terusik seusai melihat video The Story of Us-nya Vino dan Marsha Timothy.

Satu hal yang pasti dari video berdurasi 18 menit itu adalah mereka terlihat saling mencintai.
Mereka memang saling mencintai
Mereka sangat bahagia dan menikmati apa yang mereka jalani.

Aku jadi berpikir, bagaimana orang lain memandangku dan Fakih?
Apakah kami terlihat sebahagia Vino dan Marsha?
Apakah kami terlihat saling mencintai?
Aku tak tahu.

Kami mungkin tidak sefrontal Vino dan Marsha dalam memperlihat perasaan.
Kami sudah menjalani tahun-tahun yang cukup lama.
Tak mungkin kebahagiaan melulu yang ada.
Tak mungkin kesedihan melulu yang ada.

Baru tiga hari lalu acara lamaran kami berlangsung.
Bagaimana kami terlihat di hadapan keluarga saat itu?
Ketika Fakih menyanyi di atas panggung dan aku berdiri di sampingnya.
Untuk menyambut uluran tangannya saja aku malunya bukan main.
Jadilah aku berdiri berjarak dengannya, pasti agak aneh terlihat. :)

Namun,
jika boleh kutumpahkan semua perasaanku agar orang lain tahu,
niscaya mereka semua akan tahu betapa besar perasaan dalam hatiku ini padanya.
Aku telah membangun banyak mimpi dan aku percaya, dengan dialah semuanya akan terwujud.
Aku merasa tenang berada di sampingnya.
Itu satu hal yang pasti.
Dalam keadaan senang, sedih, bahagia, cobaan, aku tenang karena aku tahu ada dia di sampingku.
Rasa tenang dan nyaman itu yang mahal. Sangat mahal harganya.

Kami memiliki kisah sendiri.
Dan ini akan menjadi yang terindah bagi kami.
Semoga.
Baca selengkapnya

Senin, 25 Februari 2013

Atresia Esofagus (4)

Atresia Esofagus (4)


       Manajemen Awal
     Tatalaksana awal pada bayi dengan AE-FTE ialah mengamankan status respiratori, dekompresi kantung atas, dan waktu pembedahan yang tepat. Karena penentu penting dari keberhasilan tatalaksana adalah adanya anomali lain yang lebih berat, pencarian defek lain seperti penyakit jantung harus dilakukan sesegera mungkin.
     Strategi awal setelah diagnosis ditegakkan adalah dengan menempatkan bayi di pemanas bayi dengan kepala ditinggikan setidaknya 30 derajat. Kateter dipasang di kantong atas dengan suction kontinu. Kedua strategi ini didesain untuk meminimalisasi derajat aspirasi dari kantung esofagus. Saat saliva terakumulasi di kantong atas dan di aspirasi oleh paru, dapat muncul batuk, bronkospasme, dan episode desaturasi. Hal tersebut dapat diminimalisasi dengan memastikan patensi kateter.
     Terapi antibiotik intravena diberikan di awal dan cairan elektrolit yang dihangatkan juga diberikan. Jika mungkin, ekstremitas kanan atas dihindari sebagai tempat pemasangan jalur intravena karena lokasi ini dapat mengganggu posisi pasien selama operasi.
     Waktu operasi dipengaruhi oleh stabilitas pasien. Perbaikan definitif AE-FTE jarang merupakan operasi darurat. Jika anak memiliki hemodinamik stabil dan teroksigenasi dengan baik, perbaikan definitif dapat dilakukan dalam waktu 1-2 hari setelah lahir.

       Operasi Perbaikan Primer
     Pada bayi yang stabil, perbaikan definitif dilakukan dengan esofagoesofagostomi primer. Bayi dibawa ke ruang operasi, diintubasi, dan ditempatkan pada posisi lateral dekubitus dengan sisi kanan di atas untuk torakotomi posterolateral kanan. Bronkoskopi bisa dilakukan untuk mengeksklusi adanya fistula kantong atas tambahan pada kasus atresia esofagus (contohnya diferensiasi dari tipe B, C, dan D), dan identifikasi cleft laryngeotracheoesophageal.
     Teknik operasi untuk perbaikan primer ditunjukkan pada gambar 3. Pendekatan retropleural biasanya digunakan karena teknik ini mencegah penyebaran kontaminasi toraks jika terjadi kebocoran anastomosis pascaoperasi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah:
1.         Mobilisasi pleura untuk memperlihatkan struktur di mediastinum posterior
2.         Pemisahan fistula dan penutupan bagian terbuka trakea.
3.         Mobilisasi esofagus atas untuk dapat melakukan anastomosis tanpa tegangan dan untuk menentukan apakah fistula muncul antara esofagus atas dan trakea.
4.         Mobilisasi esofagus distal. Keadaan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari devaskularisasi karena suplai darah ke distal esofagus ialah segmental dari aorta.
5.         Melakukan esofagoesofageal anastomosis primer. Kebanyakan dokter bedah melakukan prosedur ini di lapisan tipis menggunakan jarum 5-0. Jika terdapat tegangan yang berlebihan, otot  dari kantong atas dapat dinsisi sirkumferensial tanpa memikirkan suplai darah untuk meningkatkankan panjangnya. Banyak dokter bedah memasang selang makan transanastomotik sebagai pengganti jalur makan selama masa awal pascaoperasi.
6.         Drain retropleural dipasang dan insisi ditutup lapis demi lapis.

Daftar Pustaka 
  1. Brunicardi FC, Andersen DK, Biliar TL, et al. Schwartz’s principles of surgery ed. 8. New York: McGraw-Hill Companies. 2007.
  2. Holcomb GW and Murphy JP. Ashcraft’s pediatric surgery. 5th ed. USA: Saunders, 2010.
  3. Harmon CM and Coran AG. Congenital anomalies of the esophagus. In: Grosfled JL, Omeuill JA, Fonkalsrud EW, Coran AG. Pediatric surgery. 6th ed. Philadephia: Elsevier. 2006. 



Baca selengkapnya

Minggu, 24 Februari 2013

Atresia Esofagus (3)

Atresia Esofagus (3)


       Gambaran Klinis
     Variasi anatomis pada bayi dengan AE-FTE dapat memprediksi gambaran klinis yang akan muncul. Saat esofagus berakhir, baik sebagai kantung ataupun fistula yang menuju trakea (seperti tipe A, B, C, atau D), bayi akan mengeluarkan air liur yang sangat banyak, diikuti dengan tersedak atau batuk segera setelah makan. Sebagai hasilnya, terjadi aspirasi melalui jalur fistula. Saat bayi batuk dan menangis, udara berjalan melewati fistula masuk ke dalam lambung sehingga terjadi distensi abdomen. Ketika abdomen terdistensi, bayi menjadi lebih sulit bernapas. Hal ini akan berujung pada atelektasis dan juga disfungsi pulmonal. Pada pasien dengan variasi tipe C dan D, cairan lambung naik, berjalan melewati fistula, berkumpul di trakea dan paru-paru, dan berujung pada pneumonitis kimia, yang memperburuk status pulmonal.
     Diagnosis atresia esofagus dikonfirmasi dengan OGT yang tidak bisa lewat hingga lambung (gambar 2). Kantung atas yang terdilatasi terkadang tidak sengaja ditemukan pada foto polos dada. Jika digunakan selang makan yang lunak, selang tersebut akan melingkar di kantung atas dan yang semakin memperkuat diagnosis. Diagnosis alternatif yang penting juga harus dipertimbangkan jika OGT tidak bisa masuk ke lambung, yaitu perforasi esofagus. Masalah ini dapat muncul pada bayi setelah insersi traumatic NGT atau OGT.
     Saat terjadi keraguan diagnosis, pemeriksaan dengan kontras akan mengkonfirmasi AE dan terkadang dapat FTE. Adanya FTE dapat terlihat secara klinis dengan temuan udara di traktus gastrointestinal. Hal ini dapat dibuktikan secara bedside dengan perkusi abdomen dan dikonfirmasi dengan radiografi polos abdomen.
Terkadang, diagnosis AE-FTE dapat dicurigai pada masa kehamilan dengan evaluasi ultrasound. Gambaran tipikalnya ialah tidak adanya visualisasi lambung dan terdapat polyhydramnion. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas menelan fetus tidak adekuat.
     Gambar 2. Atresia Esofagus Tipe C dengan fistula trakeoesofagus.
 

Pada anak dengan atresia esofagus, merupakan hal yang sangat penting untuk mengidentifikasi adanya anomali penyerta. Kelainan tersebut termasuk defek jantung 38%, defek skeletal 19%, defek neurologis 15%, defek renal 15%, defek anorektal 8%, dan abnormalitas lain 13%. Pemeriksaan jantung dan pembuluh darah besar dengan echocardiography sangat penting untuk mengeksklusi defek jantung karena hal tersebut adalah prediktor paling penting dalam survival bayi-bayi ini.
Anomali vertebra diperiksa dengan radiografi polos. Anus yang paten dapat dikonfirmasi secara klinis. Ginjal pada bayi baru lahir dapat diperiksa secara klinis dengan palpasi. Ultrasound abdomen boleh dilakukan untuk memeriksa anomali renal jika bayi tidak mengeluarkan urin. Adanya anomali ekstremitas dicurigai jika jari tidak lengkap dan dikonfirmasi dengan radiografi polos lengan dan tungkai. Anomali tulang iga dapat pula muncul. Hal tersebut termasuk adanya costae ke-13.
Tabel 2. Insiden anomali penyerta atresia esofagus.

Daftar Pustaka 
  1. Brunicardi FC, Andersen DK, Biliar TL, et al. Schwartz’s principles of surgery ed. 8. New York: McGraw-Hill Companies. 2007.
  2. Holcomb GW and Murphy JP. Ashcraft’s pediatric surgery. 5th ed. USA: Saunders, 2010.
  3. Harmon CM and Coran AG. Congenital anomalies of the esophagus. In: Grosfled JL, Omeuill JA, Fonkalsrud EW, Coran AG. Pediatric surgery. 6th ed. Philadephia: Elsevier. 2006. 
Baca selengkapnya

Sabtu, 23 Februari 2013

Atresia Esofagus (2)

Atresia Esofagus (2)

       Etiologi dan Patogenesis
     Esofagus dan trakea berasal dari embriologi yang sama. Keduanya dibagi menjadi pipa yang terpisah pada hari ke-36 gestasi. Kegagalan proses tersebut berakhir pada kelainan yang dapat dilihat pada gambar 1.
     Penelitian yang dilakukan baru-baru ini memberikan titik cerah mengenai dasar mekanisme terjadinya atresia esophagus. Molekul Sonic-hedgehog transcript diduga memiliki hubungan kuat dengan munculnya AE dan FTE. Meskipun data genetik untuk AE dan FTE belum benar-benar dipublikasikan, beberapa laporan mengindikasikan bahwa kelainan ini dapat muncul pada beberapa generasi keluarga. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya atresia esofagus pada kembar dizigot.
     Kelainan kongenital lain juga sering muncul menyertai AE-FTE. Defek tersebut biasa dikenal dengan akronim Sindrom VATER atau VACTERRL. Akronim tersebut menunjuk pada anomali Vertebral (hilangnya vertebra) dan Anorektal (imperforate anus), defek Cardiak (penyakit jantung kongenital berat), fistula trakeoesofagus, anomali Renal (agenesis renal dan kelainan renal), dan Radial Limb hiperplasia.

       Variasi Anatomis
     Terdapat lima variasi mayor dari AE dan FTE yang ditunjukkan pada gambar 1. Variasi yang paling sering ditemui adalah AE dengan FTE distal (tipe C), yang muncul pada sekitar 75-85% kasus. Variasi yang tersering muncul berikutnya adalah murni AE (tipe A), pada 8-10% kasus, diikuti dengan FTE tanpa AE (tipe E). Kondisi tersebut muncul pada sekitar 5-8% kasus, dan juga sering disebut dengan fistula tipe-H karena bentuk anatomisnya yang serupa dengan huruf tersebut. AE dengan fistula, baik di bagian proksimal atau distal dari esofagus dan trakea, terlihat pada sekitar 1-2% kasus, dan tipe B, AE dengan FTE diantara segmen proksimal esofagus dan trakea, ditemukan pada sekitar 1% kasus.
     Gambar 1. Klasifikasi pola anatomis atresia esophagus.
  
            Tabel 1. Insiden dari variasi anatomis atresia esophagus.

Daftar Pustaka 
  1. Brunicardi FC, Andersen DK, Biliar TL, et al. Schwartz’s principles of surgery ed. 8. New York: McGraw-Hill Companies. 2007.
  2. Holcomb GW and Murphy JP. Ashcraft’s pediatric surgery. 5th ed. USA: Saunders, 2010.
  3. Harmon CM and Coran AG. Congenital anomalies of the esophagus. In: Grosfled JL, Omeuill JA, Fonkalsrud EW, Coran AG. Pediatric surgery. 6th ed. Philadephia: Elsevier. 2006. 



Baca selengkapnya

Jumat, 22 Februari 2013

Atresia Esofagus (1)

Atresia Esofagus (1)


       Pendahuluan
            Atresia esofagus (AE) dan fistula trakeoesofagus (FTE) adalah salah satu kondisi bedah anak yang  memiliki hasil memuaskan jika ditangani secara tepat. Dulu, hampir semua bayi dengan AE atau FTE tidak tertolong. Pada tahun 1939, Ladd dan Leven berhasil melakukan operasi perbaikan pertama dengan meligasi fistula, membuat gastrotomi, dan diikuti dengan rekonstruksi esofagus. Kemudian dr. Cameron Haight dari Michigan berhasil melakukan anastomosis primer pertama untuk atresia esofagus. Tindakan tersebut, sampai sekarang, menjadi pendekatan yang sering dilakukan untuk menatalaksana penyakit ini. Terlepas dari fakta bahwa terdapat beberapa variasi yang sering ditemukan pada AE dan berbagai macam penyebab yang mendasari, kebanyakan kasus ini memiliki prognosis yang sangat baik.

       Embriologi
     Embriologi perut tengah masih kontroversial hingga saat ini. Hal yang telah diketahui pasti ialah, pada minggu keempat gestasi, perut tengah mulai berdiferensiasi menjadi bagian respiratori ventral dan bagian esofagus dorsal. Divertikulum laringotrakeal lalu berevaginasi secara ventral ke dalam mesenkim.
     Teori tradisional menyebutkan bahwa sistem respiratori ventral terpisah dari esofagus dengan membentuk lipatan trakeoesofagus lateral yang menyatu di bagian tengah dan membentuk septum trakeoesofagus. Pada minggu keenam hingga ketujuh gestasi, pemisahan antara trakea dan esofagus selesai. Jika terjadi ketidaksempurnaan pada proses penyatuan lipatan tersebut, akan terbentuk defek septum trakeoesofagus dan hubungan abnormal antara trakea dan esofagus.
     Teori lain menyebutkan bahwa timbulnya atresia esofagus/ fistula trakeoesofagus disebabkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan lipatan tersebut. Penelitian pada tikus juga menyebutkan bahwa AE/FTE muncul karena gangguan pada proliferasi atau apoptosis epitel.
     Patogenesis malformasi kongenital AE masih belum diketahui. Walaupun banyak teori telah diutarakan untuk menjelaskan etiologi AE, AE-FTE, dan FTE, tidak ada satu teori pun yang dapat menjelaskan seluruh variasi pada kelompok kelainan ini. Karena mayoritas malformasi AE muncul secara sporadik, hampir tidak mungkin penyebab yang mendasarinya ialah mekanisme genetik sederhana yang diwariskan. Penyakit ini lebih mungkin terjadi secara heterogen dan multifaktorial, serta melibatkan lebih dari satu gen dan interaksi gen-lingkungan yang kompleks.

       Epidemiologi                              
     Insiden total kelahiran dengan variasi AE/FTE ialah antara 2.55 dan 2.82 per 10.000 kelahiran. AE biasanya muncul secara sporadis. Ada sedikit kecenderungan pada jenis kelamin laki-laki sebesar 1.26. Tidak ada bukti yang menghubungkan AE/FTE dan umur ibu ketika kasus kromosomal dieksklusi. Risiko berulang pada orang tua dengan satu anak terkena penyakit ini adalah 0.5% hingga 2%, meningkat hingga 20% saat lebih dari satu anak yang terkena. Risiko empiris pada anak yang lahir dengan orang yang terkena penyakit ini adalah 3-4%. Risiko relatif AE/FTE pada anak kembar adalah 2.56%.
     Faktor lingkungan yang diduga berhubungan dengan timbulnya penyakit ini adalah penggunaan Methomazole di masa awal kehamilan, penggunaan pil kontrasepsi yang lama, paparan estrogen dan progesteron, diabetes maternal dan paparan Thalidomide. AE terkadang muncul pada fetal alcohol syndrome dan fenilketonuria maternal.
     Anomali kromosom ditemukan pada 6.6-10% kasus. Total kasus trisomi 18 melebihi total kasus trisomi 21. Karena insiden trisomi 18 lebih tinggi, hal ini mengindikasikan anak dengan trisomi 18 memiliki risiko lebih besar untuk terkena AE. Tiga gen berbeda diasosiasikan dengan AE/FTE: MYCN haploinsufisiensi pada Sindrom Feingold, CHD7 pada Sindrom CHARGE, dan SOX2 di Sindrom anophthalmia-esophageal-genital (AEG). AE terkadang merupakan bagian dari Sindrom Opitz G/BB, Anemia Fanconi, Sindrom oculo-auriculo-vertebra, Sindrom Bartsocas-Papas, atau Sindrom Frijns.

Daftar Pustaka 
  1. Brunicardi FC, Andersen DK, Biliar TL, et al. Schwartz’s principles of surgery ed. 8. New York: McGraw-Hill Companies. 2007.
  2. Holcomb GW and Murphy JP. Ashcraft’s pediatric surgery. 5th ed. USA: Saunders, 2010.
  3. Harmon CM and Coran AG. Congenital anomalies of the esophagus. In: Grosfled JL, Omeuill JA, Fonkalsrud EW, Coran AG. Pediatric surgery. 6th ed. Philadephia: Elsevier. 2006. 

Baca selengkapnya

Kamis, 21 Februari 2013

Cinta Nano-nano, Rame Rasanya



"Wah, Tere Liye lagi-Tere Liye lagi. Hidupmu sepertinya penuh dengan Tere Liye," celetuk seorang teman dekatku di kampus. Ia mencomot novel yang menyembul dari tasku. Bersampul putih dan ada pohon berdaun cinta. Berjuta Rasanya, itulah judul novel yang saat itu ia pegang.
Memang aku akui, aku menyukai karya penulis lelaki satu ini.
Ringan.
Kisahnya sangat ringan dan bisa dibaca dalam sekali duduk. Yah, walaupun aku membutuhkan waktu 3 hari membaca buku ini, mencuri-curi waktu di sela-sela menunggu presentasi kasus atau selingan saat jenuh mengerjakan PR stase Ortopedi.

Setelah membaca sekian banyak buku Tere Liye, aku menyepakati satu hal dengan diriku sendiri.
Bahwa penulis ini punya sihir.
Ia bisa mengikat pembaca untuk terus memegang bukunya, yang sangat pas dari berbagai sudut pandang.
Pas ceritanya, pas panjangnya, pas amanatnya.
Hal terakhir itulah yang aku suka, ralat, yang sangat aku suka dari buku-buku Tere Liye.
Selalu ada amanat.
Aku selalu mendapatkan sesuatu setelah membaca bukunya.
Termasuk dari yang satu ini.

Buku ini adalah kumpulan cerpen bertema cinta dengan berbagai tema.
Sangat gado-gado, beragam sekali.
Tere Liye mengambil berbagai persepsi dalam buku ini.
Bila Semua Wanita Cantik mengisahkan tentang persepsi cantik yang sangat relatif. Tubuh gendut, rambut keriting, dan berjerawat bisa dikategorikan cantik, bahkan sangat cantik. Wow!
Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku merupakan kisah yang sangat merakyat. Semua gadis pasti pernah mengalaminya, ketika merasa bahwa lelaki yang ditaksir juga memiliki cinta yang sama. Kenyataannya? Bah!
CInta Zooplankton menurutku salah satu kisah terkuat dalam buku ini karena ia mengajarkan bahwa cinta itu dinamis. Cinta bisa merubah seseorang, dari buruk menjadi baik. Kisah ini mengajarkan harapan.
Cintanometer. Nah, kalau ini sangat futuristik. Not bad. Idenya orisinal.
Harga Sebuah Pertemuan dikemas dengan sangat baik. Bahwa harga sebuah pertemuan dengan seseorang yang kita cintai sangat mahal harganya. Bahkan bisa disamakan dengan nilai sebuah nyawa.
Kotak-kotak Kehidupan Andrei  adalah kisah yang paling tidak bisa aku tangkap maksudnya. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada Andrei setelah ia membuka kotak pandora milik ibunya. Mungkin ia bunuh diri?
Mimpi-mimpi Laila-Majnun, sebuah penulisan ulang dari kisah legendaris itu. Amanat: kalau besok punya anak, jangan sekali-kali menjodohkan anakmu dengan orang yang tidak ia cintai, kecuali kalian mau mengirimkan darah daging sendiri ke neraka dunia.
Kutukan Kecantikan Miss X menunjukkan bahwa cantik tidak selamanya menyenangkan. Terkadang kecantikan yang berlebihan bisa menjadi karma yang buruk.
LOVE Ver 7.0 & MARRIED Ver 9.0 merupakan sekuel dari Cintanometer. Lagi-lagi idenya bagus. Mungkin sekali di masa depan, kisah ini akan benar-benar terjadi.
Kupu-kupu Monarch. Inilah cerita favoritku di buku ini, sangat kuat dan menyentuh. Kisah inilah yang mengajarkan apa itu cinta, apa itu cinta sejati, dan apa yang cinta sejati tawarkan kepada kita. Tidak melulu kebahagiaan, bahkan lebih sering nestapa tanpa ujung.
Joni dan Doni. Well, cinta pada sahabat dan teman juga sangat penting, lho. Rasanya sangat menyedihkan ketika sedang terpuruk tapi tak ada yang menemani. Namun, jauh lebih menyakitkan ketika sedang berbahagia tapi tak ada tempat berbagi.
Kutukan Kecantikan Miss X-2 kisahnya mirip-mirip dengan yang pertama. Intinya kalau memang ingin menyapa seseorang yang disukai, ya sapa saja. Jangan membuat masalah menjadi rumit sendiri. Atau siap-siap menyesal seumur hidup.
Lily dan Tiga Pria Itu. Ini kisah yang paling aneh. Sama sekali tidak bagus karena dalam logikaku saja tidak masuk. Perhitungan waktunya berantakan. Alur pikirnya juga.
Pandangan Pertama Zalaiva adalah kenyataan pahit yang semua orang juga pasti pernah mengalami. Cinta pertama itu lebih banyak semunya daripada bahagianya.
Antara Kau dan Aku. Sebagai penutup buku ini, ceritanya bagus. Dikemas dengan bagus pula dan pasti semua orang sangat sering mengalami kejadian serupa.

Kita bisa banyak belajar perspektif baru tentang cinta dari buku ini.
Bahwa cinta itu sangat universal dan unik.
Lagi-lagi Tere Liye berhasil menghadirkan kisah sederhana sarat makna.
Salut!
Baca selengkapnya

Kamis, 14 Februari 2013

Love is All About Giving

Love is All About Giving

Sejak film habibie Ainun diputar di bioskop, wabah cinta nampaknya menjadi semakin parah
Namun, sepertinya lebih dalam bentuk yang positif, yaitu cinta sejati antara dua manusia, suami dan istri.
Dua jiwa yang menyatu dan diciptakan untuk bersama.
Sudah beberapa kali aku melihat eyang Habibie tampil di TV untuk menceritakan kembali kisah cintanya yang abadi dengan almarhumah ibu Ainun.
 Aku tidak bilang aku tidak bosan mendengar kisah yang itu itu saja berulang kali,
Namun, ekspresi wajah eyang Habibie memang tidak pernah bohong. 
Mau berapa kali pun Ia menceritakan ulang kisah pertemuan beliau pertama kali dengan istrinya, masa-masa awal pernikahan mereka yang amat berat, semua sarat emosi. Mata eyang Habibie tetap berkaca setelah berulang kali menyebut nama istrinya, suaranya bergetar ketika diminta membacakan puisinya untuk ibu Ainun, dan ekspresi lainnya yang tidak biasa bohong.
Bahwa cinta mereka nyata.
Bahwa cinta eyang Habibie masih ada, dan memang akan selalu ada untuk istrinya tercinta.

Aku selalu tersentuh melihat eyang Habibie.
Bagaimana bisa seorang pria mencintai wanita dengan begitu besarnya.
Bagaimana mungkin cinta itu biasa begitu tulus dan murni.
Apa yang membuat cinta suci itu terus bertahan selama berpuluh-puluh tahun?

Bagiku, seorang wanita mengabdi dan mencintai suaminya adalah salah satu kewajiban. 
Namun, seorang pria yang biasa membalas cinta itu dengan sama besar, bahkan mungkin lebih besar lagi, adalah suatu kemuliaan.

Di tayangan KickAndy, eyang Habibie diminta menjawab pertanyan yang intinya: kondisi apakah yang Anda pilih, A. menikah dengan pasangan yang sangat mencintai Anda, atau B. menikah dengan pasangan yang sangat Anda cintai?
Eyang Habibie dengan tegas menjawab, 'yang saya jiwai dan lakukan selama ini adalah yang B!'
Dan memang jawaban itulah yang sesuai dengan hakikat cinta.
Luar biasa. 
Hakikat cinta adalah memberi. Give Give Give. 
Berikanlah Cinta yang tulus kepada seseorang, sebesar kita mampu memberikan cinta.

Aku sangat salut kepadanya.
Terlepas dari bagaimana sosok eyang Habibie di masa publik dari sudut pandang lain, misalnya politik,
Dari sisi humaniora, dia adalah seorang Suami yang benar-benar mencintai istrinya dan memiliki istri yang juga membalas cinta itu dengan sama besarnya.

Jika Allah menciptakan pasangan seperti mereka,
Jika hubungan seperti itu biasa dilakukan dan diusahakan,
Lalu mengapa pasangan-pasangan sekarang tidak bisa?
Kita harus benar-benar belajar dan menerapkan pelajaran yang bisa kita dapat dari eyang Habibie.
Meski simpel, terapi prinsip prinsip cinta mereka sangat kuat.
Kalau kita bisa mencontoh bagian yang baik dari kisah cinta Habibie Ainun, 
Bukan tidak mungkin kita sekarang sedang mengukir kan kisah cinta sejati milik kita sendiri.
Baca selengkapnya