Minggu, 29 Juli 2012

Hiponatremia


Hiponatremia adalah abnormalitas elektrolit yang penting dan biasa terjadi sebagai komplikasi dari penyakit medis yang lain. Sodium adalah kation ektraseluler yang dominan dan tidak bisa melewati membran sel dengan bebas. Homeostasis kation ini sangat penting dalam fungsi fisiologis normal sel. Kadar serum sodium normal adalah 135-145 mEq/L. hiponatremi didefinisikan sebagai kadar serum yang kurang dari 135 mEq/L dan dikategorikan berat saat kadar serum dibawah 125 mEq/L.

Patofisiologi
Hipoosmolalitas (serum osmolalitas <260 mOsm/kg) selalu mengindikasikan kelebihan total body water (TBW) relative terhadap solut tubuh atau kelebihan air relatif terhadap solut di ECF, sehingga air dapat bergerak bebas antara intraseluler dan ekstraseluler kompartemen. Dalam kondisi normal, tubuh merespon keadaan ini dengan menurunkan osmolalitas tubuh dengan mengurangi rasa haus. Oleh karena itu, hiponatremi terjadi hanya pada kondisi yang mengganggu eksresi air normal. 
Hiponatremia mengindikasikan adanya air yang berpindah ke dalam sel dan menyebabkan sel membengkak. Perpindahan ini memiliki nilai klinis yang sangat penting apabila terjadi di sistem saraf pusat karena otak berada pada tempat yang ukurannya tetap dan bengkak ini bisa menjadi gejala.

Etiologi/Klasifikasi
Walaupun differential diagnosisnya cukup luas, hiponatremi bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok menurut etiologinya. Penentuan ini menentukan pengobatan yang paling tepat untuk dilakukan.
Hipertonik hiponatremi
Pasien dengan keadaan ini mempunyai total sodium tubuh yang normal. Terdapat molekul aktif osmotik di serum, yang menyebabkan air berpindah dari kompartemen intraseluler ke kompartemen ekstraseluler. Contoh molekul aktif osmotic adalah glukosa, mannitol atau maltose.
      - Normotonik hiponatremi (pseudohyponatremia)
Hiperlipidemia dan paraproteinemia dapat menurunkan konsentrasi serum sodium dengan osmolalitas serum normal. Konsentrasi sodium dalam total volume plasma (air+protein/lipid) menurun, walaupun konsentrasi sodium dalam air plasma dan osmolalitas plasma tidak berubah.
      - Hipotonik hiponatremi
Hipotonik hiponatremi selalu merefleksikan ketidakmampuan ginjal dalam menangani eksresi air untuk menyesuaikan dengan asupan oral.


Sedangkan menurut waktunya, hiponatremia dapat dibedakan menjadi akut dan kronik.
a. Hiponatremia Akut
Durasinya tidak boleh lebih dari 48 jam. Bahaya utama adalah terjadinya pembengkakan otak. Pengobatan harus cepat dilakukan dengan tujuan menurunkan secara cepat volume sel otak dengan hipertonik saline.
      b. Hiponatremia Kronik
Masalah dalam diagnosisnya adalah untuk mengidentifikasi mengapa terdapat antidiuretik hormone (ADH). Asupan air yang berlebihan bila terjadi sendiri belum pernah menjadi penyebab utama hiponatremia karena ginjal normal dapat mengekskresikan air sampai 12L/hari. Namun, tingginya asupan air yang terjadi bersama dengan menurunnya ekskresi air dapat menyebabkan hiponatremia. Menurunnya ekskresi air adalah karena ADH. Pada beberapa pasien dengan hiponatremia kronik, terjadi keseimbangan negative Na. hasilnya adalah kontraksi volume ECF yang menuju pada pelepasan ADH. 


Algoritma Hiponatremia.


DAFTAR PUSTAKA
1.       Craig, Sandy. Hyponatremia. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/767624-overview pada 30 Maret 2010.
2.       Halperin, Mitchell L dan Marc B. Goldstein. Fluid, Electrolyte, and Acid-Base Physiology, A Problem-Based Approach. Ed. Ke-3. USA: W. B. Saunders Company, 1999: 283-7; 330-9; 402-7; 448-53.



Bagikan

Jangan lewatkan

Hiponatremia
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
11 Agustus 2017 16.28

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang di sebabkan oleh virus. Virus herpes ini menyerang saraf tepi,maka dari itu janganheran kalau rasanya sakit sekali. Selain menimbulkan sakit saat masih terdapat luka, rasa sakit juga masih akan tetap di rasakan oleh penderita walaupun luka sudah kering dan sudah sembuh.


cara mengobati herpes

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mudah sekali untuk menular, jadi hati-hati dan jaga kontak fisik dengan penderita herpes. Herpes itu sendiri juga di bedakan menjadi beberapa macam, sesuai dengan penyebabnya yaitu herpes simplek yang ditandai dengan luka seperti melepuh dan berisi air, herpes zoster merupakan jenis herpes yang terjadi karena penyakit varisella yang kambuh lagi, herpes genital yang berada di daerah alat kelamin, herpes labialis jika herpes terdapat pada bibir.

Cara Mengobati Herpes S
Herpes merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, maka dari itu antibiotik seperti amoxcilin, ampicillin tak akan mempan untuk meredakan herpes. Karena herpes merupakan penyakit yang di akibatkan oleh virus, obatnya pun yang harus untuk membunuh virus bukan antibiotik yang berguna untuk membunuh bakteri. Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan sebagai cara mengobati herpes. Seperti apa caranya, kita lihat yuk.

Cara Mengobati Herpes
Beberapa jenis obat-obatan anti virus yang bisa digunakan untuk mengatasi herpes antara lein seperti asyclovir, valasiklovir, famsiklovir. Obat-obatan tersebut khusus untuk mengobatii segala jenis penyakit yang berasal dari virus. Jadi jangan selalu berasumsi semua penyakit bisa sembuh dengan antibiotik. Karena terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik justru akan sangat merugikan tubuh karena tubuh akan resisten dengan antibiotik tersebut.

Kulup | Kulup panjang

Ejakulasi dini | Sunat dewasa tak perlu malu

Chat | Klini chat

Reply